>> home >> articles >> peak flow meter

Peak flow meter

MENGUKUR KEADAAN PENYAKIT ASMA DENGAN ALAT SEDERHANA
Keadaan penyakit asma juga dapat diukur dengan alat sederhana yang disebut peak flow meter(PFM). Setiap pasien asma perlu dinilai kapasitas fungsi parunya dan fungsi paru yang tepat tidak selalu dapat ditentukan berdasarkan beratnya gejala atau pemeriksaan fisik yang dilakukan pada saat anda berobat ke dokter saja.

APA GUNA ALAT PFM ?
Kadang-kadang jalan napas sudah mulai menyempit tanpa ada gejala-gejala lain yang anda rasakan dan dengan alat ini tanda-tanda penyempitan sudah dapat diketahui secara dini sehinga dapat segera dilakukan pencegahan.
Selain itu, alat ini juga berguna untuk mengetahui apakah obat yang diberikan dokter pada saat serangan asma sudah cukup atau belum. Jika dokter mengganti obat anda karena alasan tertentu dengan obat lain, maka dengan alat ini dapat diketahui apakah obat baru tersebut bermanfaat atau tidak. Dan yang tidak kalah pentingnya yaitu untuk mengetahui apakah asma anda telah stabil dan terkendali.

BAGAIMANA ALAT INI BEKERJA ?
Alat PFM ini sangat sederhana karena hanya terbuat dari plastik, ringan dan beberapa model dapat dimasukkan ke dalam saku sehingga mudah dibawa-bawa.

Seperti kita ketahui, pada penyakit asma terjadi penyempitan jalan napas sehingga aliran udara masuk dan keluar paru-paru terhambat. Tes dengan alat ini dapat mengujur kemajuan pengobatan.

Alat PFM ini akan mencatat seberapa besar paru anda dapat mengeluarkan volume udara dari paru keluar melalui saluran napas yang menyempit. Volume ini diukur dengan meniup alat PFM sekuat-kuatnya dan hasilnya dapat dibaca pada skala yang ada pada alat bersangkutan. Makin besar nilainya, makin baik keadaan penyakit asma anda oleh karena udara dapat dengan mudah dialirkan ke luar melalui saluran napas tanpa hambatan.

Hasilnya dicatat pada sehelai kertas yang bergambar grafik (disebut sebagai "pelangi asma") dimana pada grafik tersebut di bagi 3 kelompok pencatatan :

  • Jika hasil baik, pencatatan berada di daerah "hijau"
  • Jika hasil kurang baik sehingga diperlukan obat tambahan, pencatatan berada di daerah "kuning"
  • Daerah "merah" jika hasil tidak baik, sehingga perlu pengobatan yang lebih serius


Di dalam lembar "pelangi asma", selain dicatat hasil dari PFM, juga dicatat keluhan-keluhan yang ada, jumlah dan macam obat yang diminum/diinhalasi.

KAPAN ALAT DIPAKAI ?
Umumnya alat PFM ini digunakan untuk mengukur fungsi paru sebelum dan menggunakan obat (bronkodilator), atau paling tidak dua kali sehari yaitu pada pagi dan malam hari. Hasil pengukuran yang didapat dengan alat ini perlu dicatat setiap hari, sehingga anda dapat mengetahui keadaan penyakit anda. Disamping pencatatan ini berguna untuk diri sendiri, hal ini juga berguna untuk dokter yang merawat anda sehingga ia dapat mengetahui kemajuan penyakit anda secara lebih tepat.